ngakngantor.web.id - Bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sering dianggap lebih nyaman karena tidak perlu bermacet-macetan atau berdesakan di transportasi umum. Namun, kenyataannya, banyak karyawan justru mengalami burnout akibat batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang semakin kabur. Burnout dapat menyebabkan kelelahan mental, kehilangan motivasi, dan menurunnya produktivitas. Artikel ini akan membahas cara-cara ampuh untuk menghindari burnout saat WFH, lengkap dengan subtopik yang mudah diterapkan.
1. Ciptakan Ruang Kerja yang Nyaman dan Tertata
Lingkungan berpengaruh besar pada kenyamanan bekerja. Ruang kerja yang berantakan dapat membuat pikiran cepat lelah dan sulit fokus.
-
Pilih sudut rumah yang tenang untuk dijadikan workstation.
-
Gunakan kursi dan meja yang ergonomis.
-
Jaga kerapian dan minimalkan gangguan dari luar.
Dengan ruang kerja yang lebih tertata, otak dapat membedakan antara “zona kerja” dan “zona santai”, sehingga lebih mudah menjaga keseimbangan.
2. Atur Jadwal Kerja yang Realistis
Salah satu penyebab burnout saat WFH adalah jam kerja yang tidak teratur. Banyak orang tanpa sadar bekerja melebihi jam seharusnya.
-
Tentukan jam mulai dan selesai bekerja.
-
Gunakan Time Blocking untuk mengatur prioritas harian.
-
Beri jeda di antara tugas agar otak tidak terlalu tegang.
Dengan jadwal yang jelas, kamu bisa menghindari kerja berlebihan dan tetap disiplin tanpa harus mengorbankan waktu pribadi.
3. Terapkan Micro Break untuk Menyegarkan Pikiran
Micro break adalah jeda singkat 3–10 menit yang dilakukan setiap beberapa jam. Meski singkat, manfaatnya sangat besar.
-
Lakukan peregangan ringan.
-
Minum air putih atau berjalan sebentar.
-
Alihkan pandangan dari layar laptop untuk mencegah eye strain.
Micro break membantu otak tetap segar, menjaga fokus, dan mencegah kelelahan mental.
4. Komunikasikan Batasan dengan Keluarga dan Rekan Kerja
Kehidupan rumah sering kali menimbulkan distraksi yang membuat stres. Maka dari itu, komunikasi sangat penting.
-
Informasikan jam kerja kepada anggota keluarga.
-
Tegaskan batasan agar mereka tidak mengganggu saat kamu bekerja.
-
Beri tahu atasan atau tim jika beban kerja mulai terasa tidak seimbang.
Komunikasi yang baik dapat mengurangi tekanan, meningkatkan efisiensi, dan menghindari kesalahpahaman.
5. Jaga Kesehatan Fisik dengan Rutinitas Sehat
Burnout sering terjadi karena tubuh yang tidak dirawat dengan baik.
-
Tidur cukup 7–8 jam setiap malam.
-
Lakukan olahraga ringan seperti yoga, jogging, atau workout 10 menit.
-
Konsumsi makanan seimbang untuk menjaga energi tetap stabil.
Tubuh yang sehat mendukung pikiran yang kuat, sehingga kamu lebih siap menghadapi tekanan pekerjaan.
6. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri
WFH bukan berarti hidup hanya untuk bekerja. Pastikan kamu memberi ruang untuk hobi dan aktivitas santai.
-
Tonton film favorit.
-
Dengarkan musik penenang.
-
Habiskan waktu bersama keluarga atau hewan peliharaan.
Aktivitas ini membantu memulihkan semangat dan mencegah kejenuhan berlarut-larut.
.jpg)
.jpg)